Jalan memimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin itu menderita.

\nEen Leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden. Jalan memimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin itu menderita. PEPATAH kuno Belanda itu diucapkan Kasman Singodimedjo saat dirinya bersama Mohammad Roem dan Soeparno berkunjung ke rumah Haji Agus Salim di Gang Tanah Tinggi, Jakarta, pada 1925.
\n\n\n\nSepenggal kalimat diatas yang akan dirasakan seorang pemimpin. Bahwa menjadi pemimpin harus siap menderita. Dalam konteks organisasi, kita diajarkan bagaimana menjadi pemimpin, terutama memimpin diri sendiri terlebih dahulu. Setelah mampu memimpin diri sendiri, barulah kita bisa memimpin orang lain. Seorang pemimpin harus selesai dengan keDIRIan nya, tahu akan potensi yang dimiliki, tahu akan kemampuan yang dimiliki. Karena seorang pemimpin dituntut untuk mampu memahami setiap anggota nya, bagaimana dia bisa memahami anggota nya kalau dia sendiri tidak mampu memahami diri sendiri. Dalam konteks organisasi, Ketua adalah pemimpin yang bertugas mengorganisir anggota nya. Sebagai Ketua yang baik, haruslah memiliki beberapa kemampuan berikut :
\n\n\n\n1. Skill komunikasi
\n\n\n\nTidak jarang problem yang muncul di sebuah organisasi disebabkan oleh pemimpin nya yang kurang mampu berkomunikasi secara efektif, sehingga menimbulkan miskomunikasi dan perpecahan akibat perbedaan pendapat. Agar mampu mengorganisir anggota nya, seorang pemimpin harus memiliki skill komunikasi persuasif dan efektif. Kemampuan meyakinkan orang lain adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin. Karena kemampuan tersebut akan memuluskan jalan nya organisasi, serta ide-ide yang dipikirkan dapat tersampaikan dengan baik kepada setiap anggota. Komunikasi persuasif bertujuan untuk mempengaruhi orang lain untuk tujuan yang jelas, tujuan nya agar anggota mengikuti apa yang di sampaikan oleh seorang pemimpin. sedangkan komunikasi efektif adalah pesan yang dikirimkan oleh komunikator kepada komunikan dapat tersampaikan secara jelas dan efesien. Sehingga skill komunikasi begitu penting dikuasai oleh seorang pemimpin. Modal dasar skill komunikasi penting dipelajari juga di terapkan, organisasi adalah wadah yang tepat dalam mengembangkan skill tersebut, sebelum nanti nya kita akan terjun di tengah-tengah masyarakat atau di dunia pekerjaan.
\n\n\n\n2. Berpikir visioner
\n\n\n\nKemajuan dan peningkatan organisasi juga disebabkan oleh pemimpin yang berpikir visioner. Seorang pemimpin harus mampu memproyeksikan bagaimana perkembangan organisasi Kedepan, mempunyai visi yang jauh kedepan, dan harapan yang besar kedepan. Faktor ini menyebabkan setiap anggota organisasi memiliki kepercayaan terhadap pemimpin dalam menahkodai perjalanan organisasi. Apabila kepercayaan sudah tumbuh pada diri setiap anggota, maka yakinlah organisasi tersebut akan berjalan dengan baik. Pemimpin yang tidak jelas pergerakan nya, bingung harus berbuat apa, dan tidak berpikir visioner akan membuat anggota nya tidak respect dan bahkan mengecilkan seorang pemimpin tersebut, sehingga tindak tanduk nya sebagai pemimpin tidak bisa di jadikan contoh oleh anggota nya. Hal ini akan membuat masalah baru, seperti keaktifan anggota yang menurun, lebih ekstremnya lagi adalah anggota tersebut pergi atau keluar dari organisasi tersebut.


