Dari Demisioner, untuk Kader IPM Lampung Utara

Bismillahirrahmanirrahim.
Selamat atas Musyawarah Daerah ke-XI dan terpilihnya Ketua dan jajaran Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 2026-2028. Musyawarah Daerah bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana estafet perjuangan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh kader yang telah mengikuti proses musyawarah dengan penuh dinamika, kedewasaan, dan semangat persyarikatan. Kepada pemimpin yang baru terpilih, selamat menerima amanah. Amanah ini bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi, merawat kaderisasi, dan membawa IPM agar tetap relevan dengan kebutuhan pelajar dan perkembangan zaman.
Ada beberapa pesan yang ingin saya titipkan.
Pertama, jangan pernah menjadikan jabatan sebagai tujuan. Ketua hanyalah posisi dalam sebuah periode perjuangan. Yang jauh lebih penting adalah apa yang dapat kita tinggalkan setelah masa kepemimpinan berakhir. Bangunlah kepemimpinan yang tidak hanya menghasilkan program, tetapi juga melahirkan kader-kader baru yang lebih baik daripada generasi sebelumnya.
Kedua, lanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Setiap periode memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Tidak perlu menghapus seluruh jejak masa lalu hanya karena terjadi pergantian kepemimpinan. Ambillah yang baik, perbaiki yang masih kurang, dan ciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Ingat, organisasi ini bukan milik satu ketua atau satu periode, tetapi milik seluruh kader dan merupakan bagian dari perjuangan Pelajar Muhammadiyah.
Ketiga, kuatkan kaderisasi. Jangan sampai kita sibuk membesarkan organisasi, tetapi lupa membesarkan manusianya. Jadikan IPM sebagai ruang bagi pelajar untuk belajar memimpin, berdiskusi, berpikir kritis, berorganisasi, berdakwah, dan memberikan manfaat bagi lingkungannya.
Keempat, jadilah pemimpin yang mau mendengar. Dengarkan kader di bawah, dengarkan pimpinan di atas, dengarkan alumni, dan terutama dengarkan suara pelajar yang menjadi bagian dari basis gerakan IPM. Jangan membangun organisasi hanya berdasarkan apa yang menurut kita benar. Pemimpin yang baik bukan hanya pandai memberikan arahan, tetapi juga mampu menerima kritik dan mengakui ketika ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Kelima, jangan takut melakukan perubahan. Generasi hari ini menghadapi tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, media sosial, kecerdasan buatan, perubahan budaya belajar, dan berbagai persoalan sosial membutuhkan respons organisasi yang lebih kreatif dan adaptif. Jangan biarkan IPM hanya menjadi organisasi yang mengulang tradisi, tetapi jadikan IPM sebagai gerakan pelajar yang mampu membaca zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai Muhammadiyah.


