Dari jejak lama,
arah baru.
Memahami sejarah bukan untuk tinggal di masa lalu. Ia membantu kita mengenali alasan mengapa gerakan ini terus hadir.
Pertama — Our Birth
Ikatan Pelajar Muhammadiyah lahir pada 18 Juli 1961 di Surakarta. Ia tumbuh dari kesadaran bahwa pelajar membutuhkan ruang sendiri untuk belajar, berdiskusi, dan menyusun masa depan.
Kedua — Membaca zaman
Dari ruang-ruang sekolah dan madrasah, gerakan ini belajar menempatkan ilmu dan akhlak sebagai pasangan. Pelajar tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi ikut membentuk arahnya.
Ketiga — Dari pelajar untuk pelajar
Kaderisasi menjadi cara untuk meneruskan nilai. Setiap generasi punya tantangan berbeda, namun tetap membawa semangat yang sama: ilmu yang mencerahkan dan keberpihakan kepada manusia.
Keempat — Melintasi ruang
IPM bertumbuh bersama sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat. Gerakan ini menemukan bentuknya melalui kerja-kerja sederhana yang konsisten.
Kelima — Hari ini dan esok
Hari ini, pelajar menghadapi dunia yang cepat dan penuh suara. IPM hadir untuk membantu memilih mana yang perlu didengar, dipikirkan, dan dikerjakan bersama.