Lewati ke konten

IPM Hari ini, Muhammadiyah esok Hari

Foto profil jalil anwar amanullohjalil anwar amanullohKontributor IPM
IPM Hari ini, Muhammadiyah esok Hari

PESAN ABI UNTUK IPM MASA KINI

Menyiapkan Estafet Kepemimpinan Muhammadiyah Masa Depan

Anak-anakku kader IPM yang Abi banggakan,

Kalian mungkin masih muda. Langkah kalian mungkin masih panjang. Perjalanan kalian dalam berorganisasi mungkin baru dimulai.

Namun ingatlah satu hal :

Kalian bukan sekadar sedang belajar berorganisasi. Kalian sedang ditempa untuk menjadi bagian dari generasi yang akan melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah di masa depan.

Apa yang kalian tanam hari ini, akan menjadi wajah Muhammadiyah di kemudian hari.

Karena itu, jangan jadikan IPM sekadar tempat belajar memimpin organisasi. Jadikan IPM sebagai madrasah kehidupan, tempat kalian membangun iman, memperluas ilmu, memperbaiki akhlak, belajar berdakwah, dan membiasakan diri berkhidmat kepada sesama.

Abi titip beberapa pesan.

1. KOKOHKAN TAUHID SEBELUM MENJADI PEMIMPIN

Anak-anak Abi,

Sebelum belajar menjadi pemimpin manusia, belajarlah menjadi hamba Allah yang baik.

Sebelum mengejar kedudukan, kokohkan ketundukan kepada Allah.

Sebelum belajar bagaimana orang mengikuti kita, belajarlah bagaimana kita tunduk kepada petunjuk-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Tauhid adalah fondasi perjuangan.

Jika tauhid kokoh, kalian tidak mudah silau oleh jabatan.

Tidak mudah tumbang karena pujian.

Tidak mudah kecewa karena tidak dihargai.

Tidak mudah berhenti ketika perjuangan terasa berat.

Karena kalian sadar bahwa perjuangan ini bukan untuk mencari tepuk tangan manusia, tetapi untuk mencari ridha Allah ﷻ.

Jadilah kader yang tinggi cita-citanya, tetapi tetap rendah hati di hadapan Allah.

2. PERBANYAK ILMU, TERUTAMA ILMU AL-QUR'AN

Anak-anak Abi,

Jangan menjadi kader yang hanya pandai berorganisasi tetapi miskin ilmu.

Jangan hanya sibuk membuat program, tetapi lupa memperkaya wawasan.

Dan jangan sampai kalian mampu berbicara tentang banyak hal, tetapi jauh dari Al-Qur'an.

Allah ﷻ berfirman:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

(QS. Al-'Alaq: 1)

Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah ﷺ dimulai dengan perintah membaca.

Ini adalah pesan besar bahwa peradaban Islam dibangun dengan iman dan ilmu.

Maka, perbanyaklah membaca.

Pelajarilah Al-Qur'an.

Pahami tafsirnya.

Pelajari hadis.

Dalami akidah

Pelajari fikih.

Kenali sejarah perjuangan Muhammadiyah.

Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jadilah kader yang mampu menghubungkan wahyu dengan realitas kehidupan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan memahamkannya dalam agama.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Jadikan Al-Qur'an bukan hanya sesuatu yang dibaca ketika ada kegiatan.

Jadikan Al-Qur'an sebagai teman hidup, sumber nilai, petunjuk dalam mengambil keputusan, dan cahaya dalam perjalanan kalian.

3. DAKWAHKAN ISLAM DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Anak-anak Abi,

Jangan terburu-buru ingin memperbaiki dunia sebelum mampu memperbaiki diri sendiri.

Dakwah pertama seorang kader adalah dirinya sendiri.

Sebelum mengajak orang lain menjaga shalat, jagalah shalat kalian.

Sebelum mengajak orang lain membaca Al-Qur'an, dekatilah Al-Qur'an.

Sebelum berbicara tentang akhlak, perbaikilah akhlak.

Sebelum mengajak orang lain meninggalkan kemaksiatan, berjuanglah meninggalkan kemaksiatan dalam diri.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini mengajarkan bahwa dakwah memiliki lingkaran yang dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lalu masyarakat.

Maka, jadilah kader yang kehadirannya menjadi dakwah.

Akhlaknya dakwah.

Kejujurannya dakwah.

Kedisiplinannya dakwah.

Kesungguhannya dakwah.

Kepeduliannya dakwah.

Dan pengabdiannya menjadi dakwah.

Jangan hanya menjadi kader yang pandai menyampaikan Islam.

Jadilah kader yang mampu memperlihatkan keindahan Islam melalui perilakunya.

4. TEGUH DALAM AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

Anak-anak Abi,

Menjadi kader bukan berarti selalu memilih jalan yang mudah.

Ada saatnya kalian harus berdiri ketika yang lain memilih diam.

Ada saatnya kalian harus menyampaikan kebenaran meskipun tidak populer.

Ada saatnya kalian harus mengatakan yang benar dengan cara yang benar.

Allah ﷻ berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.

(QS. Ali 'Imran: 104)

Inilah salah satu ruh perjuangan Muhammadiyah:

Amar ma'ruf nahi munkar.

Tetapi ingat, teguh bukan berarti kasar.

Berani bukan berarti arogan.

Kritis bukan berarti mencela.

Berbeda pendapat bukan berarti bermusuhan.

Sampaikan kebenaran dengan ilmu, tegakkan amar ma'ruf nahi munkar dengan hikmah, dan jagalah akhlak dalam setiap perjuangan.

5. LESTARIKAN NILAI-NILAI AL-MA'UN

Anak-anak Abi,

Jika kalian ingin memahami salah satu wajah penting dakwah Muhammadiyah, bacalah dan hayati Surah Al-Ma'un.

Allah ﷻ berfirman:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ۝ فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ۝ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

(QS. Al-Ma'un: 1–3)

Kemudian Allah mengingatkan tentang orang yang lalai dalam shalatnya dan enggan memberikan pertolongan kepada orang lain.

Pesannya sangat dalam:

Kesalehan tidak boleh berhenti di masjid.

Kesalehan harus hadir di tengah kehidupan manusia.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Apa yang bisa saya dapatkan dari organisasi?”

Tetapi biasakan bertanya:

“Siapa yang bisa saya bantu melalui organisasi ini?”

Lihatlah orang yang kesulitan.

Perhatikan anak yatim.

Pedulikan orang miskin.

Bantu mereka yang lemah.

Berikan manfaat kepada masyarakat.

Jadikan ilmu yang kalian miliki sebagai jalan untuk mengangkat martabat manusia.

Inilah semangat Al-Ma'un: iman yang melahirkan kepedulian, ilmu yang melahirkan pengabdian, dan ibadah yang melahirkan kemanfaatan.

ANAK-ANAK ABI, INGATLAH...

Suatu hari nanti, kalian tidak lagi menjadi pelajar yang duduk di ruang-ruang IPM.

Kalian akan memasuki ruang kehidupan yang lebih luas.

Sebagian mungkin menjadi guru.

Sebagian menjadi dosen.

Sebagian menjadi ulama.

Sebagian menjadi pengusaha.

Sebagian menjadi profesional.

Sebagian menjadi pemimpin masyarakat.

Sebagian mungkin mendapatkan amanah dalam struktur Muhammadiyah.

Dan pada saat itulah, nilai-nilai yang kalian tanam hari ini akan menentukan seperti apa kalian menjalankan amanah tersebut.

Maka jangan sia-siakan masa muda.

Gunakan masa muda untuk belajar.

Gunakan masa muda untuk beribadah.

Gunakan masa muda untuk membaca Al-Qur'an.

Gunakan masa muda untuk berorganisasi.

Gunakan masa muda untuk berdakwah.

Gunakan masa muda untuk melayani dan membantu sesama.

Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang pentingnya memanfaatkan masa muda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ»

Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara... (di antaranya) masa mudamu sebelum masa tuamu.

(HR. Al-Hakim)

IPM HARI INI, MUHAMMADIYAH ESOK HARI

Anak-anakku kader IPM,

Jangan pernah merasa bahwa kalian masih terlalu muda untuk memberi arti bagi Muhammadiyah.

Justru masa muda adalah waktu terbaik untuk ditempa.

Hari ini kalian belajar memimpin di IPM.

Esok kalian akan memimpin di tengah masyarakat.

Hari ini kalian belajar berdakwah.

Esok kalian akan menjadi bagian dari wajah dakwah Muhammadiyah.

Hari ini kalian belajar mengabdi.

Esok kalian akan memikul amanah yang lebih besar.

Maka, jangan hanya siapkan diri untuk menjadi penerus. Siapkan diri untuk menjadi pengembang dan pelanjut perjuangan.

Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi cerita sejarah yang kalian kenang.

Muhammadiyah harus menjadi amanah yang kalian teruskan dan cita-cita yang kalian kembangkan.

PESAN TERAKHIR ABI

Kokohkan tauhid kalian.

Agar langkah kalian tidak kehilangan arah.

Perbanyak ilmu, terutama ilmu Al-Qur'an.

Agar perjuangan kalian memiliki dasar dan cahaya.

Dakwahkan Islam mulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Agar Islam tidak hanya menjadi kata-kata, tetapi menjadi kehidupan.

Teguhkan amar ma'ruf nahi munkar.

Agar kalian tidak kehilangan keberanian untuk memperjuangkan kebenaran.

Lestarikan nilai-nilai Al-Ma'un.

Agar kesalehan kalian selalu melahirkan kepedulian dan kemanfaatan.

Dan yang paling penting:

Jangan menjadi kader yang hanya ingin dikenal karena jabatan. Jadilah kader yang dikenang karena manfaat.

Sebab pada akhirnya, yang akan tinggal bukanlah jabatan kita.

Bukan pula gelar kita.

Bukan banyaknya orang yang mengenal kita.

Tetapi amal yang pernah kita lakukan dan manfaat yang pernah kita berikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ»

«“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

(HR. Ath-Thabrani; dinilai hasan oleh sejumlah ulama)»

Maka, jadilah kader IPM yang kuat tauhidnya, luas ilmunya, dekat dengan Al-Qur'an, indah akhlaknya, hidup dakwahnya, teguh perjuangannya, dan luas manfaatnya.

Karena boleh jadi...

hari ini kalian hanyalah kader IPM.

Tetapi jangan lupa:

di antara kalian mungkin ada calon pemimpin Muhammadiyah masa depan.

Dan Muhammadiyah masa depan sedang menunggu kualitas perjuangan kalian hari ini.

“Kader hari ini adalah pemimpin masa depan; maka jangan wariskan kepada generasi berikutnya hanya nama besar Muhammadiyah, tetapi wariskan ilmu, iman, akhlak, dakwah, dan semangat Al-Ma'un yang hidup.”

Wallahu a'lam bish-shawab.

Dari Abi kalian Al faqir

Tulis postingan