Ahli yang Tak Pernah Dimiliki

Malam selalu datang terlalu cepat bagi Arka. Bukan karena waktunya yang singkat tapi karena siang hanyalah panggung tempat ia berpura-pura baik-baik saja, sementara malam adalah ruang satu-satunya di mana ia boleh jujur pada dirinya sendiri bahwa ia tidak baik-baik saja.
Di bangku panjang taman kota, Arka duduk seperti biasa. Ponselnya bergetar tanpa henti.
\"Ka, menurut kamu dia masih sayang aku nggak?\"
\"Ka, gimana caranya biar aku nggak terlalu berharap?\"
\"Ka, aku harus bertahan atau pergi?\"
Arka tersenyum tipis. Jarinya bergerak lincah, seolah ia adalah seseorang yang benar-benar fasih dalam bahasa cinta.
\"Kadang yang harus kamu lakukan bukan bertahan atau pergi… tapi berhenti menyakiti diri sendiri dengan harapan yang nggak pasti.\"
Balasan masuk cepat.
\"Gila sih kamu… selalu ngerti banget. Makasih ya, Ka.\"
Arka menatap layar itu lama. Bibirnya bergerak pelan, hampir seperti berbicara pada tembok.
\"Ngerti… tapi nggak pernah dimengerti.\"
Ia hafal kata-kata itu. Bukan karena ia pintar tapi karena ia pernah hidup di dalamnya.
Namanya Seira.
Bukan nama yang asing, bukan pula nama yang mudah ia lupakan meski sudah berkali-kali ia coba. Mereka pernah duduk di bangku yang sama ini. Seira yang memilih tempat ini, katanya karena dari sini langit kelihatan lebih luas. Arka yang kemudian menjadikannya tempat pulang bahkan setelah Seira sendiri pergi.
Tidak ada perpisahan yang dramatis. Tidak ada tangis, tidak ada kata-kata keras yang meninggalkan bekas merah di pipi.
Seira hanya... perlahan menghilang.
Balasannya makin lambat. Satu hari, dua hari. Lalu ia mulai menjawab dengan singkat \"hehe iya\", \"sibuk nih Ka\", \"nanti ya\"sampai suatu malam Arka sadar bahwa ia sudah lebih lama menunggu daripada berbicara.
Dan yang paling menyakitkan bukan ketidakhadirannya.
Tapi kenyataan bahwa Seira tidak pernah benar-benar bilang selamat tinggal. Seolah Arka bukan seseorang yang layak mendapat penutupan yang jelas cukup dibiarkan menebak-nebak sendiri, di bangku ini, di bawah langit yang katanya lebih luas.


