CAHAYA DAKWAH DI BENTANG HATI

Pada bulan Januari tahun 2025 saya mengikuti zoom Bersama PW IPM Lampung, pada saat itu kak Noval selaku ketua bidang KDI memberi tahu bahwa PW IPM Lampung akan melaksanakan kegiatan Pelatihan Da’I Pelajar Muhammadiyah 3 (PDPM 3) dan Mubaligh Hijrah. Sejak saat itu saya terketuk hatinya untuk mengikuti pelatihan tersebut. Awalnya sempat ragu dan insecure karena PDPM 1 dan 2 saya belum pernah melaluinya. Bermodalkan keyakinan saat mendaftar dan melalui tahap screening yang tiba-tiba pada saat itu alhamdulillah lolos sebagai peserta dengan persiapan yang minim.
Pada saat itu saya dari PD IPM Lampung Utara seorang diri yang mendaftar, saya sudah mengajak teman-teman IPM di daerah Lampung Utara namun pada enggan mengikuti pelatihan tersebut. Tibalah hari dimana pelatihan dimulai dengan perasaan senang, takut bercampur aduk saya memberanikan diri berangkat seorang diri menaiki kereta. Pertama kali naik kereta seorang diri karena terlelap tidur saya melewati stasiun tujuan, alhamdulillahnya masih ada gojek disana yang bisa mengantarkan saya ke pondok pesantren Darul Arqom Natar.
Selama tiga hari kami pelatihan disana banyak insight dan inspirasi yang didapatkan terutama dalam hal berorganisasi dan berdakwah. Hal yang paling saya suka berorganisasi di IPM adalah bukan hanya berorganisasi saja namun bisa juga menggabungkannya dengan keagamaan seperti menyampaikan dakwah. Hal tersebut sejalan dengan visi hidup saya untuk menjalankan misi sebagai khalifah dibumi. Saya mengikuti pelatihan ini dengan membawa tugas besar dari daerah yang harus segera diatasi bagaimana cara berdakwah dikalangan pelajar yang sudah tergerus oleh zaman yang semakin canggih.
Seperti yang disampaikan kak Arman jika ingin mengalahkan Islam bukan dengan perang namun menjauhkan anak-anak muda dari Al-Qur’an dan dari ajaran Islam. Seperti yang terjadi saat ini terutama di daerah Lampung Utara banyak kalangan muda yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Setelah tiga hari kami pelatihan lalu kami mengikuti kegiatan mubaligh hijrah yang diluar dugaanku. Saya pikir kami akan praktik diwilayah dekat pelatihan namun ternyata kami dipecah kebeberapa kabupaten kota. Saat itu saya berkesempatan mengabdi disalah satu panti asuhan di Lampung Tengah. Saya lalu berpikir dulu saya ke panti asuhan Bersama teman untuk menyampaikan sedikit bantuan pernah bergumam bisa tidak ya saya membersamai adik-adik panti selama sehari saja qodarullah Allah beri kesempatan selama 7 hari membersamai adik-adik panti.
Tepat di hari sabtu sore kami tiba di panti asuhan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Muhammadiyah Bentang Hati Lampung Tengah dengan semangat yang membara. Niat kami sederhana, ingin berbagi cerita motivasi dan pengalaman dalam mengajak adik-adik panti untuk lebih memahami filantropi Islam. Setelah melakukan beberapa persiapan, kami mulai memperkenalkan diri dan menyampaikan niat baik kami. Belum sempat istirahat kami lalu pergi ke panti putra dengan menggayuh sepeda yang jaraknya lumayan jauh untuk menemui ayahanda Untoro selaku pengasuh sekaligus pemilik panti untuk menyampaikan maksud kedatangan kami dan memohon arahan dan bimbingannya.


