Pada akhirnya, Merelakan adalah jalan terbaik


Hari ini aku belajar hal baru tentang cinta; bahwa terkadang, bentuk pembuktian terdalamnya bukanlah bertahan, melainkan tahu diri dan mundur.
Pada hari itu, pagi dimana aku akan melaksanakan mpls. Seperti biasanya,aku kesiangan bangun lagi karna begadang. Disaat itu aku pun langsung buru-buru menyiapkan perlengkapan dan langsung bergegas berangkat menuju sekolah.
Sesampai nya disekolah, aku melihat teman-teman yang lain sudah berada di lapangan dan baris dengan rapih untuk melakukan upacara. Tanpa pikir panjang, aku pun langsung berlari menuju ke lapangan dan langsung masuk ke barisan. Sialnya pada saat aku berlari menuju barisan aku dihadang oleh bapak guru dan aku pun langsung ditarik ke tengah lapangan.
Pada saat itu, aku sudah pasrah dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun, pada saat aku sedang ditarik. Aku melihat ada seorang cewe cantik yang ada di barisan lain. Disaat itu aku pun langsung terpesona oleh kecantikan cewe itu. Setelah selesai upacara, aku pun langsung berusaha mencari kelas gadis itu.
Pada akhirnya, aku pun menemukan kelas gadis itu dan mau ku ajak tuker kontak. Tapi pahit nya aku ditolak karna si cewe itu ga suka asal ngasi nomer ke orang yang belom dia kenal. Dan pada akhirnya aku pun mencari cara agar bisa dapet kontak cewe itu.
Pada akhirnya, hari terus berganti dan bulan juga telah berganti. Aku pun ikut seleksi IPM, dan ternyata cewe yang pernah buat aku terpesona waktu upacara itu juga ikut seleksi IPM. Dan yang pada akhirnya kami pun keterima saat seleksi IPM dan kami sekarang satu bidang.
Disaat itu, kami dapat berita bahwa akan diadakan rapat IPM dan seluruh anggota wajib hadir. Aku pun bergegas datang keruangan rapat dan mengikuti rapat. Setelah rapat selesai dan sudah dibagi kelompok tugas, ternyata aku sekelompok sama tu cewe dan dapat tugas untuk menjadi MC di acara classmetting.
Aku pun langsung tanya ke si cewe "eh na kita mau latihan nya kapan ini? ". Oh iya lupa aku belom kasi tau nama cewe nya, jadi nama si cewe itu nara. Setelah itu dia pun menjawab " terserah aja sie aku bisa kapan aja ko",setelah itu kami pun berlatih.
Hari demi hari dan minggu terus berganti, ga kerasa uda sampai masanya kita untuk tampil. Disaat itu ternyata kondisi dia kurang baik, dan aku yang juga sebagai MC pun membantu agar acara hari ini tetap berlangsung dengan baik. Kami pun menjalan tugas masing¹ dengan baik, dan ga kerasa ternyara acara nya sudah selesai dan kami istirahat.


