UM Maumere Menerima Pembayaran Kuliah dengan Hasil Pertanian

Universitas Muhammadiyah Maumere (UM Maumere) menghadirkan sebuah kebijakan baru yang memungkinkan mahasiswa untuk membayar biaya kuliah mereka menggunakan hasil pertanian. Kebijakan ini mencerminkan komitmen universitas untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama bagi mahasiswa yang datang dari latar belakang petani dan memiliki keterbatasan ekonomi.
Inisiatif ini muncul karena kondisi sosial di Flores dan wilayah sekitarnya, di mana banyak masyarakat bergantung pada penghasilan dari sektor pertanian, perkebunan, dan sumber daya alam lainnya. Banyak calon mahasiswa yang sangat berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, tetapi terhambat oleh keadaan ekonomi keluarganya. Dengan mengetahui hal ini, UM Maumere ingin menawarkan solusi yang lebih inklusif agar pendidikan tetap dapat diakses oleh semua kalangan.
Rektor UM Maumere mengungkapkan bahwa universitas tidak ingin biaya menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih pendidikan tinggi. Ia berpendapat bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung masyarakat dalam mendapatkan kesempatan belajar yang pantas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya,” katanya.
Dengan program ini, mahasiswa diizinkan untuk membayar biaya kuliah menggunakan berbagai macam hasil pertanian seperti jagung, padi, kelapa, kopi, kakao, kemiri, serta komoditas pertanian lainnya yang memiliki nilai ekonomi. Hasil bumi yang diterima akan dikelola sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak universitas.
Menurut pihak kampus, kebijakan ini tidak hanya sekadar alternatif pembayaran, tetapi juga merupakan penghargaan terhadap potensi ekonomi lokal yang dimiliki masyarakat. Hasil pertanian yang selama ini menjadi mata pencaharian dianggap memiliki nilai yang dapat mendukung kelangsungan pendidikan.
“Hasil bumi adalah kekayaan daerah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap potensi ini dapat mendorong mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan,” kata pihak universitas.
Kebijakan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak orang tua mahasiswa merasa terbantu dengan adanya pilihan pembayaran yang lebih sesuai dengan keadaan ekonomi mereka. Di tengah perubahan harga hasil panen dan keterbatasan pendapatan, program ini dianggap dapat meringankan beban keluarga.
Seorang orang tua mahasiswa menyatakan rasa syukurnya atas kebijakan ini. Ia mengatakan bahwa hasil panen yang mereka miliki kini bisa digunakan untuk membantu biaya pendidikan anaknya.



