PKTDM 1 PR IPM SMK Muhammadiyah Abung Semuli: Menggali Potensi, Menumbuhkan Kesadaran Sosial Kader

Abung Semuli, 27 September 2026 — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah Abung Semuli menyelenggarakan Pelatihan Kader Taruna Melati Dasar (PKTDM) 1 selama tiga hari, pada 25–27 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kaderisasi dalam membentuk pelajar Muhammadiyah yang aktif, inovatif, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Mengangkat tema “Membentuk Kader IPM yang Aktif, Inovatif, Disiplin dan Terus Berupaya Menumbuhkan Kesadaran Sosial guna Menggali Potensi Diri,” PKTDM 1 diikuti oleh sekitar 50 peserta. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi para peserta untuk mengenal lebih jauh nilai-nilai keislaman, Kemuhammadiyahan, ke-IPM-an, sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan potensi diri.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang meliputi Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Ke-IPM-an, Kepemimpinan dan Keorganisasian, Public Speaking, serta Menggali Potensi Diri. Materi-materi tersebut disampaikan secara bertahap dengan pendekatan yang mendorong peserta untuk aktif berdiskusi, berinteraksi, menyampaikan gagasan, dan merefleksikan potensi yang dimiliki.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut didukung oleh 13 fasilitator dari Pimpinan Daerah IPM Lampung Utara yang mendampingi peserta selama proses pelatihan. Kehadiran para fasilitator menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kaderisasi yang interaktif sekaligus membantu peserta memahami materi dan pengalaman organisasi secara lebih dekat.
Selain dukungan dari fasilitator, pelaksanaan PKTDM 1 juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak SMK Muhammadiyah Abung Semuli. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam terlaksananya proses kaderisasi di lingkungan sekolah serta memperkuat sinergi antara IPM dan sekolah dalam membentuk pelajar yang memiliki karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Melalui PKTDM 1 ini, PR IPM SMK Muhammadiyah Abung Semuli tidak hanya berupaya mengenalkan organisasi kepada kader baru, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk menemukan dan mengembangkan potensi dirinya. Nilai-nilai kedisiplinan, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta kesadaran terhadap persoalan sosial menjadi bagian dari proses yang dibangun selama kegiatan berlangsung.
Tiga hari pelatihan tersebut diharapkan menjadi awal bagi lahirnya kader-kader IPM yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai pelajar Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kaderisasi yang berkelanjutan, PR IPM SMK Muhammadiyah Abung Semuli diharapkan terus melahirkan kader yang mampu bergerak, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah, organisasi, serta masyarakat.



