Perkuat Kapasitas Kepemimpinan dan Matangkan Arah Gerakan, PR IPM MA Muhammadiyah 1 Abung Kunang Gelar Upgrading

Abung Kunang, 31 Oktober 2026 — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MA Muhammadiyah 1 Abung Kunang menyelenggarakan kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja Pengurus pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus merumuskan arah gerak organisasi melalui penyusunan program kerja yang terencana, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dalam kegiatan tersebut, PR IPM MA Muhammadiyah 1 Abung Kunang menghadirkan dua demisioner Ketua Umum, yakni Ricky Pratama, demisioner Ketua Umum periode 2024–2025, dan Ricko Pradana, demisioner Ketua Umum periode 2023–2024. Kehadiran keduanya diharapkan dapat memberikan pengalaman, pandangan, serta pembelajaran berdasarkan proses kepemimpinan dan dinamika organisasi yang pernah dijalani.
Pada sesi upgrading, pembahasan difokuskan pada bagaimana menyusun program kerja yang baik dan memungkinkan untuk direalisasikan di tingkat pimpinan ranting. Para pengurus diajak memahami bahwa program kerja tidak semestinya disusun hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif organisasi, melainkan harus berangkat dari kondisi nyata, kemampuan sumber daya manusia, serta kebutuhan kader dan lingkungan sekolah.
Ricky Pratama dalam penyampaiannya menekankan pentingnya kemampuan pengurus dalam mengidentifikasi kebutuhan organisasi sebelum merumuskan program kerja. Menurutnya, setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, sasaran yang tepat, konsep pelaksanaan yang realistis, serta pembagian tanggung jawab yang dapat dijalankan oleh masing-masing bidang.

Selain itu, pengurus juga diarahkan untuk mampu membedakan antara program kerja yang benar-benar dibutuhkan dengan program yang sekadar terlihat menarik untuk dilaksanakan. Hal ini penting agar setiap agenda yang dirumuskan memiliki urgensi, relevansi, dan manfaat bagi perkembangan organisasi.
Sementara itu, Ricko Pradana turut memberikan perspektif dan pengalaman mengenai dinamika menjalankan organisasi di tingkat ranting. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi pengurus untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah program kerja tidak hanya ditentukan oleh bagusnya perencanaan, tetapi juga oleh komitmen, kerja sama, konsistensi, dan kemampuan pengurus dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Memasuki agenda rapat kerja, para pengurus mulai merumuskan dan membahas program kerja masing-masing bidang dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kondisi yang dihadapi. Proses ini menjadi ruang untuk menyelaraskan gagasan, menentukan skala prioritas, dan memastikan bahwa program yang direncanakan tidak terlalu membebani kepengurusan, tetapi tetap memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan organisasi.




