PKDTM1 PD IPM Lampung Utara: Internalisasi Ideologi IPM untuk Mencetak Kader Penggerak Ikatan dan Persyarikatan

Kotabumi 26-28 Desember 2025 — Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lampung Utara kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak kader pelajar yang ideologis, berkarakter, dan berdaya gerak melalui pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1(PKDTM1) yang diselenggarakan pada 26–28 Desember 2025 di SD Sukarno Hatta Gedung 2, Kotabumi.
Kegiatan ini mengusung tema “Internalisasi Ideologi IPM Guna Membentuk Kader Penggerak Ikatan dan Persyarikatan”, sebagai jawaban atas tantangan kaderisasi pelajar di tengah dinamika zaman. PKDTM1 dirancang tidak hanya sebagai ruang transfer materi, tetapi sebagai proses pembentukan watak, kesadaran ideologis, serta kesiapan kader untuk bergerak nyata dalam barisan Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Hari Pertama: Penguatan Ideologi dan Pembiasaan Spiritualitas
Rangkaian kegiatan PKDTM1 diawali pada hari pertama dengan fokus pada penguatan ideologi dan nilai dasar kader IPM. Peserta mengikuti materi Al-Islam sebagai fondasi utama pembentukan karakter pelajar Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya kesadaran beragama yang berlandaskan akidah lurus, ibadah yang benar, serta akhlak yang mulia.
Materi dilanjutkan dengan Kemuhammadiyahan yang disampaikan oleh Sekretaris Umum PDM Lampung Utara, Ayahanda Najibudin Ahmad. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang harus dipahami secara ideologis oleh kader IPM sejak dini. Ia menekankan bahwa kader IPM tidak cukup hanya aktif secara struktural, tetapi harus memahami nilai, sejarah, dan cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan.
Setelah itu, peserta mendapatkan materi Praktik Ibadah Muhammadiyah yang dipandu oleh Ayahanda Supriyadi. Pada sesi ini, peserta dibimbing secara langsung terkait praktik ibadah sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah, sekaligus diberikan pemahaman bahwa kader IPM harus mampu menjadi teladan ibadah di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Pada malam hari, suasana kegiatan dikemas lebih cair dan kekeluargaan melalui agenda pengakraban peserta dengan pembentukan family group. Dalam kelompok kecil ini, peserta saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, motivasi, serta pengalaman berorganisasi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi awal terbentuknya ikatan emosional antarkader.
Malam ditutup dengan pembiasaan spiritual berupa shalat tahajjud pada pukul 03.00 dini hari, setor hafalan surat-surat Al-Qur’an, dan refleksi pribadi. Pembiasaan ini menjadi penegasan bahwa proses kaderisasi IPM selalu beriringan antara penguatan intelektual dan spiritual
Pembukaan Resmi: Meriah, Khidmat, dan Sarat Makna



