Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah di Lampung Perkuat Jaringan Media dan Kapasitas Literasi Warga

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkolaborasi dengan MPI Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menyelenggarakan Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah sebagai upaya strategis memperkuat budaya literasi dan kapasitas jurnalistik warga persyarikatan. Kegiatan ini digelar di Universitas Muhammadiyah Metro selama dua hari dan diikuti puluhan pegiat media dari berbagai daerah di Lampung.
Festival ini menjadi ruang konsolidasi bagi pengelola media Muhammadiyah, baik yang berada di tingkat daerah maupun amal usaha. Tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan jurnalistik, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran pentingnya dokumentasi sejarah dan pengelolaan arsip persyarikatan secara berkelanjutan.
Ketua MPI PP Muhammadiyah, Muchlas, menegaskan bahwa literasi merupakan ruh gerakan Muhammadiyah sejak awal berdirinya. Menurutnya, tradisi membaca, menulis, dan mendokumentasikan gagasan adalah kekuatan utama yang membuat Muhammadiyah mampu bertahan dan terus berkontribusi bagi umat dan bangsa.
“Literasi bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi fondasi ideologis Muhammadiyah. Melalui pers dan media, gagasan-gagasan pencerahan dapat disebarluaskan secara luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, media Muhammadiyah dituntut untuk tetap menghadirkan konten yang mencerahkan, kredibel, dan berpihak pada nilai-nilai kebenaran. Oleh karena itu, penguatan kapasitas jurnalis dan pengelola media menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Sementara itu, Ketua MPI PWM Lampung, Saad Sobari, menyampaikan bahwa festival ini juga menjadi momentum penting untuk menata kembali arsip dan sejarah Muhammadiyah di Lampung. Menurutnya, banyak jejak perjuangan dan kontribusi Muhammadiyah di daerah yang belum terdokumentasi secara optimal.
“Sejarah Muhammadiyah adalah aset besar. Jika tidak dikelola dengan baik, kita bisa kehilangan banyak pelajaran berharga bagi generasi mendatang,” katanya.
Festival Pers dan Literasi ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pelatihan jurnalistik, diskusi pengelolaan media, hingga pendataan dan inventarisasi sejarah Muhammadiyah Lampung. Peserta berasal dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Lampung, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penguatan literasi di lingkungan persyarikatan.
Ketua PWM Lampung, Sudarman, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran pers Muhammadiyah sebagai sarana dakwah pencerahan. Ia menegaskan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial.



