Calon Pemimpin Cilik dari Melirang: Enam Siswa SD Muhammadiyah Ikuti Upgrading IPM Kids

Enam siswa terpilih, yaitu Stevan, Cinta, Khalisa, Safira, Hafiz, dan Calista, bersiap mengikuti kegiatan Upgrading IPM Kids tingkat SD/MI se-Kabupaten Gresik yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 5 Surowiti Panceng, pada hari (jum'at-sabtu,24-25/11/2025).
Keenam siswa tersebut mengenakan jaket kuning khas Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan berangkat dengan semangat yang tinggi.
Mata mereka bersinar menunjukkan kegembiraan serta kesiapan untuk belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Kegiatan Upgrading IPM Kids ini merupakan salah satu program pengembangan kader pelajar.
Ketua Foskam SD/MI se-Kabupaten Gresik menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai sarana kaderisasi.
“IPM Kids adalah wadah strategis. Dari sinilah kita ingin menanamkan nilai kepemimpinan sejak dini. Melalui upgrading, anak-anak akan belajar tanggung jawab, keberanian, dan kemandirian,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar organisasi, cara memimpin diri sendiri serta orang lain, serta pentingnya sikap disiplin dan tanggung jawab.
Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah Melirang, Ustadz Fichrul Efendi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi siswanya dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam membentuk karakter pelajar yang siap berorganisasi dan memiliki jiwa kepemimpinan.Kami berharap mereka bisa belajar bagaimana memimpin, menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam tim,” ujarnya.
Sejak dini anak-anak memang perlu diberikan ruang untuk berkembang, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam kemampuan sosial dan spiritual.
Melalui IPM Kids, siswa belajar tentang arti menjadi pelajar yang berakhlak baik dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Tema yang Menginspirasi
Guru pendamping, Ustadzah Fatimatuz Zahra A., S.Pd., menjelaskan bahwa tema kegiatan tahun ini adalah “Berkarya dan Berkreasi, Wujudkan Pemimpin Transformasi Masa Depan.”
Tema ini diambil untuk mendorong para pelajar agar berani mengekspresikan diri, berinovasi, dan menjadi agen perubahan di masa depan.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan berani mengambil peran positif di sekolah maupun di masyarakat,” terangnya.



