Tarawih Berjamaah: Ibadah Sunnah yang Lebih Utama di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah kehidupan umat Islam. Salah satu syiar yang paling terasa adalah pelaksanaan salat Tarawih pada malam hari. Masjid-masjid dipenuhi jamaah yang datang dengan semangat ibadah dan harapan meraih keberkahan.

Di tengah antusiasme tersebut, muncul pertanyaan: lebih utama mana, salat Tarawih secara sendiri atau berjamaah?

Mayoritas ulama fikih berpendapat bahwa salat Tarawih lebih utama dilaksanakan secara berjamaah. Meskipun demikian, pelaksanaan secara sendiri tetap sah dan diperbolehkan. Keutamaan berjamaah ini memiliki dasar kuat dalam hadis-hadis Rasulullah saw., serta didukung oleh praktik para sahabat.

Dalam riwayat dari Sayyidah ‘Aisyah ra disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah melaksanakan salat malam Ramadan di masjid dan para sahabat mengikuti beliau. Pada malam berikutnya jumlah jamaah semakin banyak. Namun pada malam selanjutnya, Rasulullah saw. tidak keluar untuk mengimami mereka. Beliau menjelaskan bahwa kekhawatirannya adalah jika salat tersebut diwajibkan atas umatnya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Nabi saw. pernah melaksanakan Tarawih secara berjamaah, dan penghentian tersebut bukan karena berjamaah tidak dianjurkan, melainkan karena pertimbangan syariat pada saat itu.

Hadis lain yang diriwayatkan dari Abu Dzar ra juga menegaskan keutamaan berjamaah. Rasulullah saw, bersabda bahwa siapa yang salat bersama imam hingga imam selesai, maka akan dicatat baginya pahala seperti melaksanakan qiyam satu malam penuh. Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa mengikuti imam hingga selesai memiliki nilai pahala yang besar.

Berdasarkan dalil-dalil tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa salat Tarawih berjamaah lebih afdal dibandingkan dilakukan sendiri. Selain memperoleh pahala yang lebih besar, pelaksanaan berjamaah juga menghidupkan syiar Islam dan mempererat ukhuwah antar sesama Muslim.

Praktik ini semakin diteguhkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a., yang mengumpulkan kaum Muslimin untuk melaksanakan Tarawih di bawah satu imam. Kebijakan tersebut mendapat persetujuan para sahabat dan terus berlangsung hingga kini sebagai tradisi yang menguatkan kebersamaan umat di bulan Ramadan.

Dengan demikian, meskipun salat Tarawih secara sendiri tetap sah, melaksanakannya secara berjamaah merupakan pilihan yang lebih utama dan memiliki keutamaan yang besar dalam syariat Islam. (ilham/rike)

 

Sumber:

https://muhammadiyah.or.id/2026/02/salat-tarawih-sebaiknya-dilaksanakan-secara-berjamaah/

Baca juga :