Ricky Pratama Tekankan Pentingnya Eksekusi Program Kerja dalam Seminar Pasca Pelantikan PR IPM SMK Muhammadiyah Abung Semuli

Abung Semuli, 13 Juni 2026 – Setelah dilantiknya Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah Abung Semuli Periode 2026–2027, para pengurus baru mengikuti Seminar Pelajar yang diselenggarakan di Aula SMK Muhammadiyah Abung Semuli pada Sabtu (13/06/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Dari Perencanaan Menuju Pelaksanaan: Strategi Mewujudkan Program Kerja yang Berdampak” dengan menghadirkan Ketua Bidang Organisasi PD IPM Lampung Utara, Ricky Pratama, sebagai pemateri.

Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian pasca pelantikan yang bertujuan membekali pengurus baru dengan pemahaman mengenai penyusunan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kerja organisasi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus PR IPM SMK Muhammadiyah Abung Semuli dengan penuh antusiasme. Dalam pemaparannya, Ricky Pratama menegaskan bahwa pelantikan bukanlah garis akhir dari perjuangan seorang kader, melainkan awal dari sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setelah dilantik, yang akan dinilai bukan lagi jabatan yang dimiliki, tetapi kontribusi dan manfaat yang diberikan kepada organisasi serta lingkungan sekitar.

Ricky menjelaskan bahwa program kerja merupakan pedoman utama organisasi dalam bergerak dan mencapai tujuan selama satu periode kepengurusan. Ia mengingatkan bahwa program kerja tidak boleh dipandang hanya sebagai daftar kegiatan yang harus dilaksanakan, melainkan sebagai sarana untuk menghadirkan solusi atas kebutuhan dan permasalahan yang ada di lingkungan sekolah maupun pelajar. “Program kerja yang baik bukan tentang apa yang ditulis di atas kertas, melainkan tentang bagaimana sebuah gagasan dapat diwujudkan menjadi tindakan yang memberi manfaat bagi banyak orang,” ungkap Ricky dalam penyampaian materinya.

Lebih lanjut, peserta diajak memahami berbagai komponen penting dalam penyusunan program kerja, mulai dari tujuan program, sasaran, mekanisme pelaksanaan, indikator keberhasilan, hingga hasil yang ingin dicapai. Ricky juga menekankan pentingnya menentukan objek atau sasaran program secara jelas agar manfaat yang dihasilkan benar-benar dapat dirasakan oleh pihak yang dituju. Selain membahas konsep dasar program kerja, seminar ini juga mengulas proses pelaksanaan program mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, hingga tindak lanjut. Menurut Ricky, banyak program yang gagal bukan karena konsepnya buruk, melainkan karena kurangnya pengawalan, evaluasi, dan konsistensi dalam pelaksanaannya.

Salah satu poin yang paling ditekankan dalam seminar tersebut adalah bahwa program kerja yang baik selalu berawal dari masalah yang nyata. Ia mengajak para pengurus untuk tidak sekadar meniru program organisasi lain atau mengikuti tren yang sedang berkembang, melainkan menyusun program berdasarkan kebutuhan yang benar-benar ada di lingkungan sekolah. Melalui studi kasus program “Bedah Tokoh Inspiratif”, peserta diberikan gambaran bagaimana sebuah program sederhana dengan biaya yang minim dapat memberikan dampak yang besar apabila dirancang dan dilaksanakan dengan baik. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan budaya literasi, memperluas wawasan, sekaligus menghasilkan karya yang dapat dipublikasikan kepada masyarakat.

Dalam sesi penutup, Ricky kembali mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukan terletak pada banyaknya rapat yang dilaksanakan ataupun banyaknya program kerja yang disusun. Keberhasilan organisasi terletak pada kemampuan pengurus dalam merealisasikan program kerja, mengevaluasinya, dan menghadirkan dampak yang nyata bagi pelajar. Melalui seminar ini, diharapkan seluruh pengurus PR IPM SMK Muhammadiyah Abung Semuli Periode 2026–2027 mampu memahami pentingnya perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi yang berkelanjutan dalam menjalankan organisasi. Dengan demikian, program-program yang telah dirancang tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar dapat diwujudkan menjadi manfaat yang dirasakan oleh seluruh warga sekolah.

“Program kerja yang berdampak bukan program yang paling besar, tetapi program yang mampu menjawab kebutuhan, dilaksanakan dengan konsisten, dan memberikan manfaat yang nyata.”

Oleh: Ricky Pratama | Ketua Bidang Organisasi PD IPM Lampung Utara