Kehadiran Muhammadiyah di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini kembali menegaskan perannya sebagai gerakan Islam berkemajuan yang tidak hanya fokus pada dakwah keagamaan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Muhammadiyah memberikan layanan langsung kepada masyarakat di daerah perbatasan, serta membantu menyelesaikan berbagai masalah sosial yang selama ini masih menjadi tantangan berat di wilayah tersebut.
Wilayah perbatasan yang sering menghadapi kendala akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur menjadi fokus perhatian Muhammadiyah. Kondisi geografis yang sulit dijangkau tidak menghalangi para dai dan relawan untuk hadir dan memberikan pelayanan. Mereka tidak hanya mengajarkan ajaran agama, tetapi juga memberikan berbagai program yang membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Berbagai kegiatan dijalankan bersama-sama, mulai dari pelatihan agama, pembelajaran bagi anak-anak, pelayanan kesehatan dasar, hingga peningkatan perekonomian masyarakat. Pendekatan yang digunakan bersifat ramah dan mencakup berbagai kalangan, sehingga mudah diterima oleh masyarakat setempat yang memiliki latar belakang budaya dan sosial yang beragam.
“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan pesan agama secara umum, tetapi juga untuk memastikan warga di daerah perbatasan merasakan dampak positif dari kehadiran kami,” kata salah satu perwakilan LDK Muhammadiyah di tempat kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan dakwah yang dilakukan Muhammadiyah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan bukan hanya berupa pengajaran, tetapi juga tindakan nyata yang memberikan dampak langsung pada kehidupan warga.
Kehadiran Muhammadiyah di daerah perbatasan juga membantu memperkuat rasa cinta tanah air dan persatuan rakyat. Di tengah perubahan kehidupan masyarakat di daerah perbatasan yang sering menghadapi banyak keterbatasan, Muhammadiyah berperan sebagai pelaku yang memperkuat nilai-nilai solidaritas dan persatuan.
“Dakwah sejatinya adalah menghadirkan solusi. Ketika masyarakat membutuhkan pendidikan, kami siap memberikan pendidikan tersebut. Ketika mereka memerlukan layanan kesehatan, kita berupaya membantu menyediakannya. Inilah dakwah yang membumi,” ungkapnya.
Program ini juga menunjukkan komitmen nyata Muhammadiyah untuk menyebarkan pesan agama hingga ke wilayah-wilayah yang jauh dan sulit dijangkau di Indonesia. Dengan semangat kerja sama, para relawan terus berusaha mengunjungi komunitas yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian secara maksimal.
Selain itu, kegiatan ini juga memberi kesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dan masyarakat setempat, agar bisa membuat program yang tetap berkelanjutan. Muhammadiyah menyadari bahwa pembangunan di daerah perbatasan perlu kerja sama yang baik agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
“Ini bukan kerja sesaat. “Kami ingin menciptakan keberlanjutan, agar masyarakat bisa mandiri dan terus berkembang,” kata perwakilan tersebut.
Dengan melakukan tindakan nyata di perbatasan Papua Nugini, Muhammadiyah kembali menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang aksi kemanusiaan yang bisa mengubah kehidupan orang-orang. Kehadiran ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang peduli kepada seluruh makhluk dapat diperlihatkan secara nyata, bahkan sampai ke daerah terpencil. (vina aulia)
sumber : https://share.google/6gViHP9kSfzk2cRUn


