Menapaki Jalan IMM Menuju Masa Depan, PC IMM Lampung Utara Gelar Diskusi Kader

Kotabumi, Lampung Utara – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Utara bersama Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kader bertajuk “Menapaki Jalan IMM Menuju Masa Depan” pada Sabtu (20/6/2026) pukul 13.00 WIB di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Kotabumi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum PC IMM Lampung Utara kanda M. Alpansa Yusuf, Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Kanda Erizal, S.Ag., M.H., C.Med., Ketua FOKAL IMM Lampung Kanda Edi Agus Yanto, S.I.P., S.H., M.H., Ketua FOKAL IMM Lampung Utara Kanda Dr. Suwardi, S.H., M.H., CM., CPCLE., Ketua Umum DPD IMM Lampung Kanda Jefri Ramdhani, S.Pd., S.H., M.H., serta seluruh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Kotabumi.

Memasuki siang hari, Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Kotabumi mulai dipenuhi oleh kader-kader IMM yang hadir dengan penuh antusias. Suasana hangat dan semangat kebersamaan terasa sejak awal kegiatan. Diskusi ini menjadi ruang bersama bagi para kader untuk memperkuat gagasan, memperluas wawasan, serta membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Mengusung empat pokok pembahasan utama, yakni peningkatan sumber daya kader, penugasan dan proyeksi peran kader, pemantauan dan identifikasi potensi kader, serta kolaborasi dan jejaring kader, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan kader IMM yang adaptif, berintegritas, dan siap menjawab kebutuhan zaman.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PC IMM Lampung Utara, M. Alpansa Yusuf, menyampaikan harapannya agar diskusi ini mampu melahirkan perubahan yang nyata bagi seluruh kader. Menurutnya, berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi hari ini bukan hanya dirasakan oleh IMM, tetapi juga oleh banyak generasi muda di berbagai tempat. Namun, Lampung Utara harus berani memulai langkah untuk melawan rasa takut, kecemasan, dan keraguan terhadap masa depan.

“Pada dasarnya berada di dalam sebuah organisasi dan mengikuti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bukanlah tanpa sebab dan bukan pula tanpa tujuan. Di dalam IMM, kita memiliki tujuan, memiliki kebermanfaatan, serta memiliki waktu dan kualitas diri yang harus dibina sejak dini. Kader IMM Lampung Utara tidak perlu cemas ataupun takut akan masa depan, tetapi bagaimana kader Lampung Utara hari ini mampu menghadapi berbagai persoalan yang ada dan mengubah ketakutan itu menjadi sebuah peluang,” ujarnya.

Materi pengantar kemudian disampaikan oleh Ketua Umum DPD IMM Lampung, Kanda Jefri Ramdhani, S.Pd., S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga trilogi IMM yang senantiasa melekat dalam diri setiap kader, yaitu intelektualitas, humanitas, dan religiusitas. Ketiga nilai tersebut, menurutnya, tidak boleh dikesampingkan karena menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter kader IMM.

“Yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman, khususnya Lampung Utara, jangan pernah berpikir bahwa karena kita berada di daerah maka pemikiran, diskusi, dan pengetahuan kita menjadi terbatas. Justru meskipun kita berada di daerah, cara berpikir kita harus bersifat global. Kita mampu berdiskusi tentang apa pun dan dengan siapa pun,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa secara nilai dasar, kader IMM harus siap ditempatkan di mana saja dan siap berdialog dengan siapa saja. Dari sinilah makna menjadi seorang kader tidak hanya sebatas hadir dalam setiap kegiatan, tetapi juga bagaimana terus bertumbuh dan meningkatkan kapasitas diri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FOKAL IMM Lampung Utara, Kanda Dr. Suwardi, S.H., M.H., CM., CPCLE., menjelaskan pentingnya mengenali dan memantau potensi kader sejak awal proses perkaderan. Menurutnya, setiap individu memiliki karakter, bakat, dan kemampuan yang berbeda-beda sehingga perlu diarahkan sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Ia mencontohkan bahwa ada kader yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ada yang memiliki kreativitas tinggi dalam desain dan administrasi, serta ada pula yang memiliki kemampuan teknis lainnya. Potensi tersebut perlu dipetakan agar kader dapat berkembang sesuai bidang yang diminati.

“Tantangannya juga ada di situ. Apabila kita jarang melaksanakan kegiatan, maka akan semakin sulit mengidentifikasi potensi yang dimiliki kader serta kemampuan yang dapat terus dikembangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa organisasi perlu menyediakan berbagai ruang pengembangan diri, mulai dari kegiatan perkaderan, pelatihan administrasi, surat-menyurat, komunikasi, hingga pelatihan public speaking agar setiap kader mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Sementara itu, Ketua FOKAL IMM Lampung, Kanda Edi Agus Yanto, S.I.P., S.H., M.H., menegaskan bahwa gerakan intelektual, religiusitas, dan humanitas harus terus diperbanyak serta diperkuat oleh setiap kader. Menurutnya, kaderisasi yang baik akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

“Kemampuan kepemimpinan tidak bisa dipelajari hanya dengan membaca teori semata. Kepemimpinan harus dipraktikkan secara langsung. Karena itu, baik di tingkat komisariat, cabang, maupun tingkatan lainnya, setiap kader harus aktif dan menjalankan setiap amanah dengan sungguh-sungguh, sebab itulah proses latihan kepemimpinan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil akhir dari proses ber-IMM adalah terbangunnya kolaborasi yang dilandasi semangat ta’awun dan amar ma’ruf nahi munkar.

“Output dari kegiatan IMM sesungguhnya adalah kolaborasi. Namun, kolaborasi tersebut berprinsip pada ta’awun dan amar ma’ruf nahi munkar. Kita bekerja sama dalam kebaikan dan bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Kemudian, Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung, Kanda Erizal, S.Ag., M.H., C.Med., menyampaikan bahwa perkembangan seorang kader sangat dipengaruhi oleh seberapa besar IMM dihadirkan dalam kehidupan sehari-harinya. Menurutnya, semakin besar perhatian, pemikiran, dan dedikasi yang diberikan kepada IMM, maka semakin besar pula peluang seorang kader untuk berkembang.

Ia juga mengajak seluruh imawan dan imawati untuk tidak hanya membangun internal organisasi, tetapi juga memperluas jejaring di luar IMM dan Muhammadiyah. Dengan memperluas lingkaran pergaulan dan diskusi, kader akan memiliki perspektif yang lebih luas dalam menghadapi berbagai tantangan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif. Antusiasme kader terlihat dari banyaknya peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangannya. Diskusi membahas berbagai isu, di antaranya langkah yang telah dilakukan DPD IMM Lampung dalam meningkatkan kualitas sumber daya kader, strategi kader dalam membangun kepercayaan dan dukungan dari para senior untuk menjalankan gerakan intelektual, serta indikator yang dapat digunakan dalam menilai kualitas kader secara lebih komprehensif.

Partisipasi aktif para peserta menunjukkan bahwa kader IMM memiliki semangat belajar yang tinggi dan kesadaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun masa depan organisasi yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader IMM yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual, integritas, kepemimpinan, dan semangat kolaborasi yang kuat. Sebab, masa depan organisasi akan sangat ditentukan oleh kualitas kadernya. Organisasi yang hebat tidak lahir semata-mata dari besarnya program kerja yang dimiliki, melainkan dari kader-kader yang memiliki kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitarnya. (Ike)