Muhammadiyah Gresik terus memperkuat perubahan dalam pendidikan dengan menggunakan teknologi, melalui kerja sama internasional dengan MY STEM Institute di Malaysia. Kerja sama ini dilakukan melalui program pelatihan koding untuk guru dan siswa, sebagai cara meningkatkan kemampuan digital serta membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0. Kolaborasi itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah Gresik dalam memberikan pembelajaran yang kreatif, fleksibel, dan fokus pada pengembangan kemampuan yang diperlukan di abad ke-21. Selain membekali peserta dengan dasar-dasar pemrograman, pelatihan ini juga meningkatkan kemampuan berpikir komputasional, menciptakan ide baru, menyelesaikan masalah, serta bekerja sama dalam pembelajaran yang berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz menyatakan bahwa meningkatkan kemampuan digital adalah salah satu prioritas utama dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Gresik. Program sekolah coding ini telah berjalan dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah. Masa depan kami berharap program ini bisa diterapkan sampai jenjang SMP dan MTs, sehingga lebih banyak siswa yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, kata dia.
Melalui kerja sama dengan MY STEM Institute Malaysia, para guru mendapatkan kesempatan untuk belajar berbagai cara mengajar coding yang praktis serta cara menggabungkan teknologi ke dalam proses belajar mengajar. Sementara itu, para siswa diajak memahami bahwa koding tidak hanya tentang membuat program komputer, tetapi juga membantu melatih cara berpikir logis, terstruktur, dan kreatif dalam menghadapi berbagai masalah.
Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB, Yugo Triawanto, mengatakan penggunaan teknologi harus bisa memberikan manfaat nyata bagi kualitas pembelajaran di dalam kelas. Workshop ini tidak boleh diakhiri hanya sebagai acara yang dilakukan sekali saja. Hasilnya harus berdampak pada pembelajaran di kelas. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperkaya materi pembelajaran siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih menarik, efektif, dan bermakna,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi tidak bertujuan menggantikan peran guru, tetapi bertindak sebagai alat bantu untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Peserta mengikuti pelatihan yang mencakup pemahaman tentang computational thinking, berlatih menulis kode dengan platform pembelajaran, serta mempelajari cara menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses belajar. Program ini juga memberi kesempatan bagi pendidik Indonesia dan Malaysia untuk bertukar pengalaman, sehingga mendorong munculnya metode pembelajaran yang lebih efektif.
Ketua Forum Guru Muhammadiyah Jawa Timur, Isa Iskandar, menekankan bahwa memahami koding bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang pengembangan cara berpikir. Sekolah unggul adalah sekolah yang terus belajar dan berinovasi tanpa henti. “Koding tidak hanya tentang membuat program komputer, tetapi juga mengajarkan cara berpikir logis, teratur, rapi, dan efektif dalam menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Kerja sama dengan MY STEM Institute Malaysia diharapkan menjadi awal dari hubungan pendidikan yang lebih luas antara Muhammadiyah Gresik dan institusi pendidikan internasional lainnya. Sinergi itu diharapkan dapat memperbaiki kualitas tenaga manusia, meningkatkan kemampuan sekolah Muhammadiyah dalam bersaing, serta membentuk generasi muda yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga memiliki tingkah laku yang baik, kreatif, dan sanggup bersaing di dunia internasional. Melalui kerja sama ini, Muhammadiyah Gresik kembali menunjukkan komitmen kuatnya sebagai pelopor pendidikan yang maju dan mampu menghadapi tantangan-tantangan perkembangan zaman. Penguatan pembelajaran coding dan STEM adalah investasi jangka panjang yang bertujuan menciptakan lulusan yang bisa beradaptasi, kreatif, dan siap memberikan kontribusi positif dalam pembangunan negara di masa depan yang semakin digital.


