Semarak perayaan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah di Kota Tarakan berlangsung dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan. Tidak hanya menjadi acara seremonial, peringatan kali ini diisi dengan kegiatan yang langsung menumbuhkan semangat para kader muda, salah satunya melalui kompetisi “Futsal Run Antar Ortom” yang mengumpulkan berbagai organisasi otonom (Ortom) dalam satu arena sportifitas.
Lapangan futsal yang biasanya difungsikan untuk berolahraga, pada kali ini bertransformasi menjadi ruang bersilaturahmi yang hidup. Sorakan dukungan, guyonan antar tim, dan semangat persaingan yang sehat menciptakan suasana yang hangat dan penuh energi. Peserta dari berbagai Ortom terlihat bersemangat dalam mengikuti seluruh rangkaian acara, menjadikan momen ini lebih dari sekadar pertandingan—tetapi juga sebagai kesempatan untuk menguatkan hubungan emosional antar kader.
Ketua panitia dalam pernyataannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan nuansa yang berbeda dalam peringatan milad.
“Kami ingin agar Milad ke-94 ini terasa lebih dekat dengan kader. Aktivitas ini tidak hanya bersifat formal, melainkan juga untuk membangun kedekatan dan kebersamaan. Futsal run ini menjadi media untuk mencapai hal tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsep “antar Ortom” sengaja diangkat untuk memperkuat sinergi di dalam Muhammadiyah. Selama ini, setiap organisasi otonom memiliki perannya dan fokus yang berbeda, tetapi dengan kegiatan seperti ini, diharapkan batas-batas tersebut bisa lebih cair.
“Melalui lapangan seperti ini, kita belajar kerja sama, sportivitas, dan komunikasi. Nilai-nilai ini sangat penting untuk diterapkan dalam gerakan dakwah di masa depan,” tambahnya.
Tidak hanya panitia, para peserta juga merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Salah satu peserta menyatakan bahwa interaksi yang terjadi di lapangan terasa lebih akrab dibandingkan dengan forum resmi.
“Biasanya, kita bertemu dalam rapat atau kegiatan formal. Di sini suasananya berbeda, lebih santai namun justru lebih dekat,” ujarnya.
Momentum Milad ke-94 ini juga menjadi cerminan perjalanan panjang Pemuda Muhammadiyah sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah. Di usia yang semakin dewasa, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Jika sebelumnya fokus utama adalah pada pembinaan kader secara tradisional, sekarang organisasi dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk kemajuan teknologi digital.
Energi yang tercipta melalui aktivitas olahraga ini sebetulnya menjadi simbol dari dorongan baru yang ingin terus dipelihara. Dari kekompakan di lapangan, Pemuda Muhammadiyah diarahkan untuk melangkah lebih jauh—meningkatkan peran di ruang digital, memperluas jangkauan dakwah, serta membangun citra organisasi yang relevan bagi generasi muda saat ini.
Seorang pengurus daerah mengatakan bahwa pergeseran ini bukanlah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.
“Saat ini, dakwah tidak bisa lagi dilakukan hanya dengan cara konvensional. Kita harus aktif di media sosial, di platform digital, dan di ruang-ruang yang dekat dengan anak muda,” jelasnya.
Ia berpendapat bahwa kegiatan seperti futsal run adalah langkah awal untuk memperkuat keterikatan kader, yang kemudian bisa diarahkan kepada gerakan yang lebih luas, termasuk dakwah digital. Dengan keterikatan yang kokoh, diharapkan kader bisa lebih aktif berkontribusi dalam berbagai program organisasi.
Lebih jauh, ia menilai bahwa kombinasi antara aktivitas fisik dan penguatan digital adalah kunci bagi keberlangsungan gerakan.
“Kita tidak boleh melupakan akar kita sebagai gerakan yang membangun karakter. Namun di saat yang sama, kita juga harus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Keceriaan saat Milad ke-94 di Tarakan ini mencerminkan bagaimana Pemuda Muhammadiyah terus berbenah. Dari kegiatan sederhana seperti olahraga bersama, tersimpan semangat besar untuk membangun gerakan yang lebih solid, inklusif, serta adaptif.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi program tahunan semata. Lebih dari itu, diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi baru di antara Ortom, serta mendorong terobosan dalam gerakan dakwah di berbagai sektor.
Di tengah perubahan yang terjadi begitu cepat, Pemuda Muhammadiyah memperlihatkan bahwa mereka aktif berperan. Dengan menggabungkan kekuatan tradisi kebersamaan dan inovasi terkini, organisasi ini terus melangkah maju.
Dari lapangan futsal yang ada di Tarakan, semangat tersebut bergema menandakan langkah pasti menuju era digital, sekaligus menggarisbawahi bahwa di usia yang ke-94, Pemuda Muhammadiyah tetap relevan, progresif, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Vina Aulia)
sumber: https://www.metrokaltara.com/semarak-milad-ke-94-pemuda-muhammadiyah-tarakan-gelar-futsal-run-antar-ortom/


