Aku Yang Selalu Menunggumu

Detik jam berdetak cepat, matahari pun bersinar terik,

pagi itu aku terburu-buru, padahal bel sekolah belum berbunyi dan gerbang sekolah ku masih terbuka lebar,

setiba di sekolah,

aku berjalan menuju kelas dengan langkah kaki yang agak cepat,

tiba-tiba terdengar suara (grusuk…)

semua siswa berlari ke arah tersebut dan mengerumuni nya, aku pun ikut mendekat ternyata,ada seseorang siswa yang terjatuh karena terlalu ngebut mengendarai sepeda motor nya,

“hahaha rasakan salah siapa mengendarai motor sudah seperti mau balapan” ucap salah satu siswa yang aku pun tak kenal dia siapa,

“eh jangan begitu,kok kamu malah tertawa sih bukannya bantuin” ucap ku sambil memberi kan tangan ku untuk membantu dia berdiri,

tetapi tangan ku tidak di gapai dia hanya menatap ku sambil memasang muka kebingungan ,lalu semua nya tertawa,aku sangat kesal dan aku pun bergegas untuk meninggalkan tempat itu

“loh kok dia pergi?,padahal baru saja aku mau menggapai tangan nya” ucap siswa tersebut

“kamu sih terlalu lama ,malu kan dia jadinya” ucap teman nya dengan nada mengejek,

selepas aku sampai di kelas ku taruh tas ku dan teman sebangku ku pun tiba,

“hay gisel,kenapa muka mu cemberut begitu?” tanya teman ku,

“itu tadi di depan ada orang yang terjatuh,terus aku coba mau bantuin,malah di tertawakan,kesal sekali aku”

“memang siapa orang itu?kamu kenal? laki-laki atau perempuan?

“tidak kenal sih, laki-laki”

“huh pantes saja,siapa tau dia gengsi” berbicara dengan nada mengejek

aku masih memasang muka kesal ku pagi itu

Beberapa jam kemudian

Bel istirahat berbunyi

“yuk ke kantin” ajakan fiza untuk ku,

“yuk,kira-kira enaknya jajan apa ya hari ini?”

tanya ku kepada fiza,

“tidak tahu aku juga bingung, jalan saja dulu nanti sampai kantin pasti sudah tau mau beli jajan apa” ucap fiza,

aku dan fiza pun berjalan turun dari tangga, setelah sampai di bawah tiba-tiba ada suara teriakan dari kelas di sebelah tangga,

“hey ceweeee!!,mau kemana? yuk ke kantin bareng”

ucap siswa yang terjatuh tadi pagi di lapangan sekolah, fiza dan aku pun menoleh ke arah nya

“loh ini kan sel cowo yang jatuh tadi pagi?”

aku pun mengangguk dan memasang muka kebingungan serta kesal

“tidak jelas sekali sih, kenal saja ngga tiba-tiba ngajak ke kantin bareng, sudah kaya bestie saja” jawab ku,

“sudah gisel biarin saja”

akhirnya aku dan fiza melangkah kan kaki lebih cepat untuk menuju kantin dan meninggalkan si cowo tersebut, ternyata nama dia fathan salah satu siswa kelas 11.4 ,yang terkenal cakep tetapi sangat lah nakal.

Setiba di kantin aku dan fiza pun langsung membeli makanan dan setelah itu kami bergegas menepati tempat duduk yang ada di kantin, mengobrolkan banyak hal random sambil tertawa hingga terbahak-bahak.

Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi, aku pun membereskan semua barang dan buku yang ada di meja ku,

“aku duluan ya sel, soalnya hari ini ada ulangan di bimbel ku”

“oke deh semangat ya hati-hati fiza” jawab ku, setelah semua nya beres aku pun turun tangga dan di bawah sudah ada si cowo tengil itu dengan tubuh yang bersandar di tepi tangga dan tersenyum lebar ke arah ku serta mengangkat satu tangan nya dan melambai,

“hay kata nya tadi belum kenal dengan ku,yauda ayok kenalan”

aku hanya bisa bengong kebingungan saat itu, aku pun segera meninggal kan nya, langkah kaki ku, ku percepat lalu dia berteriak

“oh mau besok di kantin ya kenalan nya?, oke hati-hati ya cantik…” goda cowo itu

“hem harum sekali aroma makanan ini,ibu masak apa ya kira-kira?”

“assalamualaikum ibu, ibu sedang masak apa?, aroma nya sedap sekali, sampai luar aroma nya,perut ku memang sudah lapar tambah lapar” ucap ku sambil tersenyum

“waalaikumsalam sayang, ibu sedang memasak sop kesukaan kalian, ada udang crispy dan sambal telor juga, gantu baju mu lalu makan ya” jawab ibu ku sambil mengaduk sop

“baik bu” aku pun pergi ke kamar untuk bersih-bersih

“hem lelah sekali hari ini, banyak hal-hal di luar dugaan, ntah siapa laki-laki itu tadi” ujar ku sambil menatap cermin

Keluar dari kamar aku langsung menuju dapur,

“ibu sudah matang kah sop nya?, ayah belum pulang ya?”

“ini sayang sudah matang sayur nya, tetapi ayah belum pulang, sepertinya ayah pulang setelah magrib, mari kita makan berdua saja, adik mu sudah berangkat mengaji lebih awal tadi”

“bagaimana hari mu hari ini sayang” tanya ibu sambil tersenyum lebar

“ya begitulah lah bu ada cowo yang ngeselin banget” lalu aku menceritakan semua nya

“mungkin dia malu, mangkanya tidak menerima bantuan mu saat dia terjatuh sayang, jangan terlalu benci nanti kamu jatuh cinta” jawab ibu dengan nada meledek

“ibu mah jangan begitu”

aku dan ibu melanjutkan makan sore kami

minggu depan mereka akan melaksanakan ujian akhir semester dimana tempat duduk nya di rolling dan di urut kan sesuai abjad dan ternyata mereka satu ruangan dengan anak kelas 11.4

Minggu itu pun tiba,

Saat aku masuk ke ruangan tersebut sudah ada dia duduk di bangku nya sambil memasang muka tersenyum dan melihat ke arah ku

Aku pun langsung duduk dan membuka buku tanpa menjawab sapaan nya

“aku fathan anak 11.4 , kamu tidak usah kenalan tidak papa kok, aku sudah tau siapa nama mu, nama mu gisel aldira, anak kelas 11.1 yang kelas unggulan itu kan, rumah mu di jalan cempaka, nomor rumah mu 24 di gang merak, iya kan gisel?” tanya fathan dengan nada songong nya

“hah, kamu stalker ya kok tau semua sampai ke nomor rumah ku, itu privasi tahu” jawab gisel dengan nada kesal dan muka bete nya

“aku kan fans mu, jadi wajar kalo aku tau semua itu, masih banyak tau yang aku tau tentang mu, pacar mu 10 kan?, salah satu nya aku”

“dia tidak punya pacar fat, ada sih satu kalo kamu segera mengungkapkan perasaan mu” saut alan dari luar jendela

Fathan pun tersenyum

Keesokan hari nya dan sepulang sekolah

Di rumah gisel sedang ramai teman-teman ibu nya yang sedang arisan

Sesampai di rumah

“assalamualaikum, wow ramai sekali”

Ucap gisel sambil menghampiri satu persatu teman ibu nya untuk bersaliman

“eh nak sekolah di SMA 2 juga ya, kelas berapa kamu?” tanya salah satu teman ibu nya

“iya tante, aku kelas 11”

“loh seangkatan dong sama anak tante, kamu kelas 11 berapa?”

“aku 11.1 tante”

“oh tidak sekelas sama anak tante”

“memang nya anak tante kelas 11 berapa?”

“kelas 11.4, namanya fathan”

“loh? Fathan?” jawab ku dengan nada terkejut

“hay gisel iya aku, anak nya tante itu” jawab fathan dari teras belakang rumah gisel, ia duduk santai dan sambil menikmati hidangan makanan

Aku pun langsung pamit untuk pergi ke kamar

Berjalan dengan nada kesal dan terkejut

Beberapa bulan kemudian, mereka mulai dekat dan memiliki perasaan yang sama

Tetapi tiba-tiba di suatu sore, sepulang sekolah

Sedang ada kerumunan di depan gerbang sekolah ku,

Ternyata ada kecelakaan,

“gisel itu fathan” ucap teman-teman nya dengan histeris

Aku pun lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena sudah melihat keadaan fathan yang sudah berdarah-darah dan dia pun tidak sadar kan diri

1 jam kemudian di rumah sakit

dokter pun keluar dari ruangan UGD

“maaf ya bu, anak ibu tidak bisa di selamatkan, karena benturan yang terlalu keras, mungkin ini sudah takdir” ucap dokter itu

Semua nya nangis histeris ibu fathan pun sampai pingsan.

Aku pun hanya bisa menyesal,tangisan kami tak henti-henti

hari terus berlalu

lama kelamaan mulai mengikhlaskan

tetapi jika ada kehidupan yang kedua tolong dengar kan perasaan ku yang sama seperti mu

hidup lebih lama fathan alaqsyal…..