Yogyakarta – Muhammadiyah mendorong agar masjid tidak hanya diisi dengan kegiatan ibadah dan belajar agama, tetapi juga menjadi tempat untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Gagasan itu diwujudkan dengan mendirikan Koperasi Konsumen Masjid Jaya Berkemajuan sebagai alat untuk mendorong pemberdayaan ekonomi para jamaah dan masyarakat sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat dakwah yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat.
“Masjid tidak cukup hanya dimakmurkan melalui kegiatan ibadah, tetapi juga harus mampu memakmurkan jemaah dan masyarakat di sekitarnya. Koperasi ini merupakan ikhtiar untuk menghadirkan dakwah yang menyentuh kebutuhan nyata umat, terutama dalam membangun kemandirian, kesejahteraan, dan solidaritas ekonomi,” ujar Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal
Menurutnya, sejak zaman Rasulullah SAW, masjid memiliki peran yang sangat banyak. Selain digunakan untuk beribadah shalat, masjid juga berfungsi sebagai tempat berdiskusi, belajar, membina masyarakat, serta menyelesaikan berbagai masalah sosial. Semangat itu, kata Haedar, harus diaktifkan lagi agar masjid bisa memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat.
“Jangan sampai lembaga ini hanya berhenti pada pembentukan secara administratif. Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan harus benar-benar hidup, berkembang, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh anggota, jemaah, Persyarikatan, serta masyarakat luas,” tegas Fathurrahman Kamal.
Upaya memperkuat ekonomi melalui masjid semakin cocok dengan berbagai kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Dengan dikelola secara profesional, masjid bisa menjadi tempat berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti pelatihan keterampilan, bimbingan usaha, koperasi berdasarkan prinsip syariah, pasar produk usaha kecil menengah, hingga bantuan bagi para pengusaha kecil. Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan bahwa masjid harus dikelola dengan cara modern agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kekuatan koperasi terletak pada partisipasi dan kepercayaan anggotanya. Karena itu, kami berkomitmen membangun pengelolaan yang terbuka, tertib, dan profesional agar Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan tidak hanya berdiri secara formal, tetapi benar-benar bertumbuh menjadi kekuatan ekonomi umat,” ujar Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Waluyo.
Selain soal ekonomi, Muhammadiyah juga menginginkan masjid menjadi tempat untuk melatih generasi muda dengan berbagai kegiatan seperti belajar Al-Qur’an, diskusi tentang agama Islam, literasi digital, pelatihan menjadi pemimpin, serta pembentukan karakter. Oleh karena itu, masjid bisa menjadi tempat bagi generasi muda untuk berkembang dalam hal spiritual, berpikir, dan berinteraksi dengan masyarakat. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa keberhasilan dalam memperluas fungsi masjid tergantung pada partisipasi semua kalangan masyarakat.
Masjid seharusnya menjadi tempat yang ramah dan terbuka bagi semua orang, tanpa dibedakan. Ketika pengurus, jamaah, dan masyarakat bekerja sama dengan baik, masjid bisa menjadi tempat lahirnya berbagai ide baru yang memberi manfaat bagi umat, baik dalam hal agama, pendidikan, sosial, maupun ekonomi, ujar Abdul Mu’ti.
Muhammadiyah berharap transformasi fungsi masjid ini diterapkan secara luas di seluruh Indonesia. Dengan cara mengelola yang fleksibel dan fokus pada pemberdayaan, masjid tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan masyarakat yang dapat menciptakan kesejahteraan, memperkuat ikatan sosial, serta mendorong munculnya umat yang mandiri dan maju. Dengan semangat itu, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk menyampaikan dakwah yang mencerahkan dan memberikan solusi. Masjid dianggap sebagai tempat awal munculnya perubahan sosial, peningkatan ekonomi, dan pembangunan peradaban yang memberikan manfaat bagi semua kalangan masyarakat. (vina)
sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/07/tak-hanya-tempat-ibadah-masjid-muhammadiyah-didorong-menjadi-pusat-penguatan-ekonomi-umat/


