Lanjutkan Misi Kemanusiaan, MDMC Lampung kembali Berangkatkan 10 Relawan ke Aceh

BANDAR LAMPUNG, Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung kembali menerjunkan tim relawan ke Provinsi Aceh dalam rangka melanjutkan respon kemanusiaan pascabencana. Sebanyak 10 relawan diberangkatkan untuk menjalankan tugas selama satu bulan, terhitung mulai 17 Januari hingga 15 Februari 2026.

Kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan relawan dilaksanakan di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Lampung pada Sabtu (17/1/2026). Acara ini dihadiri oleh Ketua PWM Lampung Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., Ketua BP LAZISMU Lampung Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., Sekretaris MDMC Lampung Roni Azhari, S.H., serta jajaran relawan yang akan bertugas. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi dukungan moril bagi relawan sebelum berangkat ke lokasi bencana.

 

Ketua Bidang Tanggap Darurat dan Rehabilitasi Rekonstruksi (TDRR) MDMC Lampung, Arif Rahman, menyampaikan bahwa pengiriman relawan kali ini merupakan bagian dari rotasi tim, menggantikan personel sebelumnya yang telah menyelesaikan masa tugas. Relawan yang diberangkatkan berasal dari berbagai daerah di Lampung, antara lain Bandar Lampung, Tanggamus, Pringsewu, dan Pesisir Barat. “MDMC Lampung kembali dipercaya oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melanjutkan respon bencana di Aceh. Tim ini akan melanjutkan tahapan yang telah berjalan dengan menggantikan rekan-rekan yang sudah kembali,” ujar Arif Rahman.

 

Ia menjelaskan bahwa meskipun respon awal difokuskan pada layanan medis, keterbatasan fasilitas kesehatan di lokasi menyebabkan penguatan pada pengiriman relawan non-medis yang telah dibekali peningkatan kapasitas. Selain itu, Arif menegaskan pentingnya koordinasi satu pintu selama di lapangan agar seluruh pergerakan relawan tetap efektif, terukur, dan aman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BP LAZISMU Lampung Prof. Syafrimen mengingatkan bahwa relawan yang bertugas di Aceh membawa amanah besar karena mewakili Persyarikatan Muhammadiyah secara nasional. Ia menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan keberangkatan relawan tahap keempat ini didukung penuh oleh LAZISMU Pimpinan Pusat.

“Bapak dan Ibu berangkat dari Lampung, tetapi yang diwakili adalah Muhammadiyah secara nasional. Sikap, perilaku, dan integritas harus dijaga karena yang ditampilkan adalah wajah Persyarikatan,” tegasnya.

Arahan juga disampaikan oleh Ketua PWM Lampung Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya mengimplementasikan 10 Kepribadian Muhammadiyah selama menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, relawan Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang cerdas, rendah hati, santun, gemar menolong, serta menjaga kedekatan dengan Allah SWT. “Niatkan keberangkatan ini sebagai ibadah. Waktu satu bulan bukanlah waktu yang singkat untuk meninggalkan keluarga dan pekerjaan. Keikhlasan menjadi kunci agar pengabdian ini bernilai keberkahan,” ujarnya.

Selain menjalankan tugas kemanusiaan, Prof. Sudarman juga berpesan agar para relawan menjadikan lokasi bencana sebagai ruang dakwah dengan tetap menjaga kedisiplinan ibadah, shalat tepat waktu, serta memberi keteladanan di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan seperti kultum dan halaqah.

Sebanyak 10 relawan tersebut dijadwalkan berangkat menuju Banda Aceh pada Minggu (18/1/2026). MDMC Lampung berharap kehadiran tim ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat peran kemanusiaan Muhammadiyah di tingkat nasional. (pri/Rike)

 

Sumber: https://suaramuhammadiyah.id/read/respons-bencana-di-aceh-muhammadiyah-lampung-kembali-terjunkan-10-relawan

Baca juga :