Lampung Utara, 22 November 2025 — Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lampung Utara melalui Bidang Pengembangan Prestasi Keolahragaan (PPK) sukses menyelenggarakan Tadabbur Alam Explore & Reflect 2025 pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Berjalan, Berhenti, Berarti”, sebuah ajakan bagi peserta untuk menikmati perjalanan, mengambil jeda untuk merenung, dan memaknai setiap kebersamaan yang terjalin.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Utara, PCM Talang Jembatan, serta panitia lokal dari Pimpinan Ranting MA Muhammadiyah 01 Abung Kunang. Adapun panitia dari PD IPM Lampung Utara yang terlibat ialah Ricky Pratama (Ketua Bidang Organisasi), Timbul Mulia Widiyanto (Sekretaris Bidang Pengkaderan), Desna Nur Fadhiliya (Sekretaris Bidang PPK), serta Ricko Pradana selaku Ketua Bidang Pengembangan Prestasi Keolahragaan.
AWAL KEGIATAN: TANTANGAN LAPANGAN DAN PENYESUAIAN LOKASI
Peserta mulai hadir sejak pukul 08.00 di Masjid PCM Talang Jembatan. Namun kondisi lapangan yang berubah akibat curah hujan tinggi pada malam sebelumnya membuat lokasi kegiatan harus dipindahkan secara mendadak oleh panitia. Hal ini menyebabkan kegiatan sempat mengalami keterlambatan satu jam, namun para peserta tetap antusias dan mengikuti arahan panitia dengan baik.
Setelah dilakukan briefing pembukaan pada pukul 09.30, rombongan bergerak menuju lokasi pertama di jalur irigasi Desa Bindu, Kecamatan Abung Kunang.
JELAJAH ALAM, REFLEKSI, DAN PERMAINAN KEBERSAMAAN
Di lokasi pertama, peserta diajak untuk berjalan menyusuri jalan setapak sambil menikmati suasana alam. Panitia menyisipkan sesi refleksi singkat yang mengajak peserta berhenti sejenak untuk merenungi makna perjalanan hidup, kebersamaan, serta nilai sabar dalam menghadapi setiap tantangan.
Selain sesi refleksi, peserta juga mengikuti berbagai permainan kebersamaan yang membuat suasana semakin cair, hangat, dan menyenangkan. Rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 11.00 dan ditutup dengan penuh tawa dan kekompakan.
Usai kegiatan jelajah pertama, peserta kembali ke Desa Talang Jembatan untuk melaksanakan salat zuhur dan menikmati santap siang berupa liwetan bersama. Suasana makan siang ini menjadi salah satu momen paling berkesan karena menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kuat.
PERJALANAN KE CURUG KLAWAS: ANTARA TANTANGAN DAN EUFORIA
Pada pukul 13.30, kegiatan berlanjut menuju Curug Klawas, Pekurun Barat, Kecamatan Abung Tengah. Perjalanan menuju curug melewati jalan berlubang dan rusak, namun rute inilah yang justru menambah keseruan perjalanan peserta. Suasana ceria dan gelak tawa mengiringi setiap guncangan dan tantangan menuju lokasi.
Setibanya di Curug Klawas, peserta disambut hujan deras. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk bermain air dan menikmati suasana alam. Hujan justru menambah kesan petualangan yang tidak terlupakan.
Dalam perjalanan pulang, jalanan yang licin membuat salah satu kendaraan peserta sempat tergelincir, namun kondisi segera dapat dikendalikan dan seluruh peserta dinyatakan aman. Rombongan tiba kembali di Desa Talang Jembatan sekitar pukul 18.00 dalam keadaan basah, lelah, namun penuh cerita dan kesan mendalam. Kegiatan resmi ditutup pada pukul 18.15 menjelang Maghrib.
KESAN PESERTA: SERU, BERMAKNA, DAN TAK TERLUPAKAN
Beragam kesan positif disampaikan oleh para peserta.
Widia, mahasiswi PGSD UMKO, mengaku mendapatkan banyak pelajaran tentang kesabaran, setia kawan, dan arti bekerja sama. Ia merasa kegiatan ini disusun dengan baik meski menghadapi hambatan cuaca.
Irmawati, mahasiswi Penjas UMKO, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara sangat seru, penuh pengalaman baru, dan membuatnya ingin kembali mengikuti kegiatan serupa di kemudian hari.
Dari tingkat pelajar, Aura, siswi kelas 10 SMAN 4 Kotabumi, menceritakan bahwa ini merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya mengikuti tadabbur alam. Meski melelahkan, ia merasa kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuka wawasan baru tentang kebersamaan.
Selain itu, Rike dan Vina, mahasiswi PGSD UMKO, sempat mengakui bahwa mereka sedikit kesal di awal karena kegiatan mengalami keterlambatan. Namun setelah melewati seluruh proses, keduanya mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berkesan, penuh momen kebersamaan, dan bahkan makanan liwetannya pun menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
PENUTUP
Tadabbur Alam Explore & Reflect 2025 bukan sekadar penjelajahan alam, tetapi merupakan proses pembelajaran yang menyatukan perjalanan fisik dan refleksi batin. Dengan tema “Berjalan, Berhenti, Berarti”, kegiatan ini menegaskan bahwa setiap langkah memiliki makna, setiap rintangan memberikan pelajaran, dan setiap kebersamaan memperkuat ikatan.
PD IPM Lampung Utara berharap kegiatan ini menjadi pintu awal bagi peserta untuk semakin mengenal nilai-nilai Ikatan Pelajar Muhammadiyah serta siap melangkah
sebagai kader yang berkemajuan, kokoh, dan berkarakter.


