Meneguhkan Kader Beradab, Berilmu, dan Berkemajuan: Bidang KDI PD IPM Lampung Utara Gelar Kajian Keislaman

Lampung Utara, 3 Januari 2026 – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lampung Utara melalui Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) menyelenggarakan kegiatan Kajian Keislaman pada Jumat, 3 Januari 2026, bertempat di Islamic Center Lampung Utara. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan ranting IPM se-Lampung Utara sebagai bagian dari ikhtiar ideologis untuk meneguhkan kembali arah kaderisasi IPM yang berlandaskan nilai-nilai Islam, Muhammadiyah, dan semangat dakwah berkemajuan.

Kajian ini mengangkat tema “Menjadi Kader yang Meneladani Sifat Rasulullah Saw dan Berakhlakul Karimah.” Tema tersebut dipilih bukan sekadar sebagai wacana keagamaan, melainkan sebagai pengingat bahwa kader IPM adalah calon kader Persyarikatan yang kelak akan menjadi pelanjut estafet dakwah Muhammadiyah. Oleh karena itu, penguatan akhlak, adab, dan keteladanan menjadi fondasi penting dalam membentuk kader yang utuh: beriman, berilmu, dan beramal.

Dalam pemantik materi, Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam PD IPM Lampung Utara, Ipmawan Farhan Akbar, mengajak seluruh peserta untuk melakukan refleksi ideologis terhadap proses kaderisasi yang sedang dan akan dijalani. Ia mengangkat pertanyaan mendasar yang kerap luput dari perhatian: apakah lebih baik kader yang memiliki ilmu namun kurang beradab, atau kader yang adabnya baik meskipun ilmunya belum tinggi.

Pertanyaan tersebut bukan untuk mempertentangkan, melainkan untuk menyadarkan bahwa dalam tradisi keilmuan Islam dan Muhammadiyah, adab selalu menjadi pintu utama sebelum ilmu. Ipmawan Farhan menegaskan bahwa ilmu dapat terus dipelajari dan ditingkatkan, namun tanpa adab, ilmu berpotensi kehilangan arah, bahkan menjauh dari nilai dakwah. Dalam konteks IPM, kader yang beradab menjadi syarat utama bagi lahirnya kader yang mampu membawa wajah Islam dan Muhammadiyah yang mencerahkan.

Materi utama kajian kemudian disampaikan oleh Ayahanda Ngadiyan, S.Pd.I., M.Pd. dengan pendekatan yang reflektif dan aplikatif. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat Rasulullah Saw shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah sebagai prinsip hidup yang harus melekat dalam diri kader IPM. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan dalam konteks ibadah personal, tetapi juga dalam menjalankan amanah organisasi dan dakwah di tengah masyarakat.

Ayahanda Ngadiyan juga menegaskan bahwa akhlakul karimah merupakan ruh dari dakwah Islam berkemajuan. Kader Muhammadiyah, termasuk IPM, dituntut untuk tidak hanya cakap dalam berpikir dan bergerak, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan melalui sikap, tutur kata, dan perilaku yang santun, berkeadaban, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keislaman.

Kegiatan kajian berlangsung secara dialogis melalui sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Ipmawan Fais dari Pimpinan Ranting IPM MA Muhammadiyah Abung Kunang yang mengangkat persoalan keteladanan dalam keluarga. Ia menanyakan bagaimana sikap seorang anak ketika orang tua memerintahkan untuk melaksanakan shalat, namun dalam praktiknya justru orang tua tersebut tidak menjalankan shalat.

Menanggapi hal tersebut, Ayahanda Ngadiyan menjelaskan bahwa kewajiban shalat merupakan tanggung jawab personal setiap individu kepada Allah Swt. Seorang anak tetap wajib menunaikan shalat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, terlepas dari perilaku orang lain. Namun demikian, beliau menekankan pentingnya menjaga adab kepada orang tua, tidak menghakimi, serta menjadikan perilaku baik sebagai sarana dakwah yang paling nyata. Dalam konteks ini, kader IPM diharapkan mampu menjadi teladan kebaikan di lingkungannya, dimulai dari keluarga.

Rangkaian kegiatan kajian kemudian ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi keilmuan dan dakwah. Acara dilanjutkan dengan pemberian Syahadah PKDTM 1 PD IPM Lampung Utara serta pembubaran Panitia Pelaksana PKDTM 1 sebagai penanda berakhirnya satu fase kaderisasi dan dimulainya tanggung jawab baru sebagai kader yang telah ditempa secara ideologis.

Sebagai penutup, seluruh peserta, panitia, dan jajaran PD IPM Lampung Utara melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan, ukhuwah, dan komitmen kolektif untuk terus meneguhkan IPM sebagai ruang pembinaan kader pelajar yang beradab, berilmu, dan berkemajuan.

Melalui Kajian Bidang KDI ini, PD IPM Lampung Utara berharap kader IPM semakin menyadari bahwa gerakan IPM bukan sekadar aktivitas organisatoris, melainkan bagian dari perjuangan dakwah Muhammadiyah. Kader IPM diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang mampu memadukan adab, ilmu, dan amal dalam satu tarikan napas perjuangan demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.