Dalam kehidupan, banyak orang beranggapan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Namun, saya justru berpandangan sebaliknya: manusia yang mengetahui sesuatu sering kali lebih lemah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengetahui apa-apa. Pandangan ini mungkin terdengar berlawanan dengan logika umum, tetapi jika ditelaah lebih dalam, ada sisi psikologis dan filosofis yang menarik di baliknya.
Ketika seseorang mengetahui sesuatu terutama tentang kehidupan, manusia, atau kenyataan dunia ia mulai menyadari betapa luasnya ketidaktahuan yang dimilikinya. Pengetahuan membuatnya sadar bahwa segala hal tidak tampak. Ia mulai mempertimbangkan banyak kemungkinan, merasa ragu, takut salah, bahkan terbebani oleh tanggung jawab moral dari apa yang diketahuinya. Di titik lemahnya manusia yang “tahu” . Ia tak lagi bergerak sebebas dulu, karena pikiran yang dipenuhi kesadaran akan risiko dan konsekuensi.
Sementara itu, manusia yang tidak mengetahui apapun sering tampak lebih berani. Mereka berjalan dengan langkah tegap karena tidak memikirkan apa-apa. Tidak ada ketakutan akan kegagalan, tidak ada kekhawatiran tentang akibatnya. Dalam ketidaktahuan, mereka menemukan semacam “kebebasan” . Mereka bisa berbuat sesuka hati tanpa dibebani oleh pertimbangan moral atau logika. Mungkin mereka akan jatuh, tapi setidaknya mereka melangkah tanpa ragu.
Ironisnya, pengetahuan yang seharusnya menjadi ringan justru kadang menjadi beban. Ia menyimpulkan, tapi juga menyingkapkan hal-hal yang menakutkan. Ia membuka jalan, tapi juga menampilkan jurang di sekitarnya. Orang yang mengetahui hidup dengan kesadaran penuh akan apa yang bisa hilang, sedangkan yang tidak tahu hidup dalam ketenangan yang polos.
Namun, bukan berarti ketidaktahuan lebih baik dari pengetahuan. Yang ingin saya tekankan adalah: pengetahuan membawa kelemahan, tapi juga kedewasaan. Pengetahuan membuat kita rapuh, tapi dari kerentanan itulah muncul kebijaksanaan. Mungkin manusia yang tidak mengetahui apapun tampak kuat, namun kekuatan itu rapuh karena berdiri di atas ketiadaan pemahaman.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa setiap pengetahuan memiliki harga. Semakin banyak kita tahu, semakin banyak pula beban yang harus kita tanggung. Justru di situlah nilai manusia diuji bukan dalam ketidaktahuannya, melainkan dalam keberanian untuk tetap melangkah meski mengetahui betapa beratnya dunia yang sedang ia hadapi.


