Kenapa gue baru mulai di kelas 12?

Malam itu, jempolku berhenti bergulir di layar ponsel saat sebuah unggahan open recruitment Forum Pelajar Lampung lewat di beranda Instagram-ku. Ada sesuatu yang memicu rasa ingin tahuku. Namun, aku tidak langsung mendaftar saat itu juga. Sebagai anak SMA, aku percaya kita harus bijak dan berpikir kritis sebelum melangkah. Selama satu hingga dua hari berikutnya, aku sibuk melakukan “stalking” mendalam pada akun tersebut. Aku mengamati setiap kegiatannya, membaca detail programnya, dan bertanya pada diri sendiri: “Apa manfaat nyata jika aku bergabung? Apakah ini hanya akan jadi pengisi waktu, atau benar-benar investasi untuk diriku ke depannya?”

Setelah merasa yakin bahwa ini adalah wadah yang tepat untuk turun ke lapangan dan belajar secara langsung, aku akhirnya membulatkan tekad. Padahal, saat itu kalender sudah menunjukkan bulan Oktober 2025. Aku sudah duduk di kelas 12, sebuah masa di mana seharusnya aku sudah menutup buku dari urusan organisasi dan fokus penuh pada akademik demi jenjang pendidikan selanjutnya. Banyak orang mungkin akan menganggap langkahku ini berisiko atau bahkan “salah jadwal,” tapi di situlah prinsipku diuji.

Dulu, aku sering berpikir bahwa aku adalah orang yang selalu telat. Melihat teman-teman lain sudah aktif berorganisasi sejak kelas 10 atau SMP, ada perasaan tertinggal yang sempat menghampiri. Namun, melalui keputusan bergabung dengan Forum Pelajar Lampung ini, aku sadar bahwa aku tidak pernah telat. Aku hanya menunggu waktu yang tepat ketika mental dan tujuanku sudah selaras. Aku tidak ingin masuk ke sebuah organisasi dengan cara asal-asalan hanya karena FOMO.

Aku menanamkan prinsip kuat bahwa setiap orang punya proporsi dan kemampuannya masing-masing. Hidup ini bukan perlombaan lari di lintasan yang sama yang mengharuskan kita mulai secara berbarengan. Justru, di tengah tekanan kelas 12 ini, aku merasa bangga dan berterima kasih kepada diriku sendiri. Aku berani keluar dari zona nyaman di saat orang lain mungkin memilih untuk bermain aman. Ternyata, menjadi anak SMA yang diharapkan adalah tentang keberanian untuk memulai hal baru dengan penuh perhitungan, tanpa perlu merasa tertinggal oleh kecepatan orang lain.